Terkini

Powered by Blogger.

Fenomena Unik di Lampung, Malam Hari Laut Menyala Biru, Siang Hari Berbusa

29 December 2019

Laut Lampung menyala biru saat malam hari(https://www.instagram.com/riez_aries)

LAMPUNGONLINE - Baru-baru ini, warga Lampung sempat dihebohkan dengan fenomena air laut yang menyala biru saat malam hari.

Beberapa hari kemudian, fenomena tersebut diikuti munculnya busa pada siang hari.

Fenomena tersebut dibagikan oleh beberapa netizen, di antaranya adalah akun Instagram @ayokekrui yang menampilkan video saat busa-busa berlimpah.




#ayokekrui Lok. Pugung, Kota Karang _______________________________________________ 📷 : @ayokekrui _______________________________________________ 🏂 : Pesisir Barat, Krui, Lampung, Indonesia 🔜 : @ayokekrui 📱 : 089530625601 💻 : www.ayokekrui.Net _______________________________________________ Spot Wisata : • Pantai Tanjung Setia • Pantai Labuhan Jukung • Air Terjun Keramian • Pulau Pisang • Gua Matu • Pantai Batu Mirau • Berburu Lumba Lumba • Wisata Repong Damar _______________________________________________ #explorekrui #explorelampung #krui #lampung #pulaupisang #tanjungsetia #kruinsta #pesisirbarat #kruibagus #kruindah #pesonaindonesia #lampunginsta #lampungkeren #pantailampung #lampungkece #kruicantik #lampunginsta #lampunggeh #lampungtrip #kruigeh #surfingindonesia #surfingkrui #surfingsumatera #surfingtanjungsetia #surfing #tapispulaupisang #indonesia #sumatera #trippulaupisang #tripkrui
A post shared by Ayo Ke Krui - Lampung 🇮🇩 (@ayokekrui) on

Juga akun @riez_aries yang mengambil foto-foto saat laut berwarna biru di Perairan Pesisir Barat Lampung.

“Itu sekitar tanggal 19 Desember (2019),” ujar Aries saat dikonfirmasi, Sabtu (28/12/2019).

Terkait fenomena tersebut, wartawan menghubungi Hardian Sy. Prayitno selaku Kasi Pengendalian Penangkapan Ikan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung.

Pihaknya pun membenarkan adanya fenomena laut berwana biru pada malam hari di Perairan Pesisir Barat Lampung tersebut.

“Betul (terjadi),” ujarnya, dilansir Kompas.

Terkait peristiwa itu, Hardian menyampaikan, tim ahli Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung sudah melakukan penelitian.

“Hasilnya, fenomena tersebut terjadi akibat peningkatan populasi plankton yang masif,” kata dia.

Jenis plankton

Hardian menyebut cahaya biru yang muncul berasal dari plankton jenis Gonyaulax sp.

Gonyaulax sp termasuk dalam bioluminescence. Sifat bioluminescence itu memancarkan cahaya di air laut,” terang Hardian.

Kejadian tersebut tidak berbahaya lantaran belum adanya deteksi racun dari plankton tersebut.

Dia mengatakan, awalnya laut menimbulkan cahaya yang berlangsung selama tiga sampai empat hari.

“Setelah itu menimbulkan busa. Busa ini adalah akumulasi dari kotoran-kotoran plankton yang drop atau mati,” jelas Hardian.

Adapun untuk kemunculan busa juga disebutnya tidak berbahaya.

Fenomena yang terjadi di hampir semua perairan pesisir barat ini, imbuhnya baru kali pertama terjadi.

Kejadian tersebut berlangsung sekitar 17-21 Desember 2019, dengan laut menyala biru dan berubah berbusa di siang hari pada 22 dan 23 Desember 2019.

Kemarau panjang

Salah satu dampak langsung akibat fenomena di Pantai Labuan Jukung tersebut yakni pengunjung semakin ramai, lantaran penasaran dengan fenomena yang terjadi.

Berdasarkan informasi nelayan-nelayan pesisir barat yang didapatkan Hardian, fenomena munculnya cahaya biru di laut umumnya terjadi sesudah kemarau panjang.

“Kapal lewat atau jaring biasanya air langsung bersinar dan ikan akan sulit. Mereka para nelayan menyebutnya kalimayi,” jelasnya.

Meski hal itu bukan hal baru, tetapi Hardian menyampaikan untuk cahaya terang yang muncul dalam cakupan wilayah yang luas dan sampai munculnya busa, baru kali ini terjadi.

“Ya, mereka kalau malam bersinar cahaya biru. Kalau siang warnanya agak kecoklatan agak butek gitu,” katanya.

Namun saat ini, fenomena tersebut sudah tidak ada lagi. (*)