Terkini

Powered by Blogger.

Kunker ke Lambar, Wakapolda Lampung: Jelang Pemilu 2019, Mari Santun Bermedsos

03 April 2019

(foto: istimewa)

LAMPUNGONLINE.CO.ID – Jelang Pemilu serentak Pileg dan Pilpres 17 April 2019 yang hanya tinggal hitungan hari, Wakapolda Lampung Brigjen Pol Teddy Minahasa dan rombongan melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Polres Lampung Barat (Lambar), Selasa (2/4/2019).

Polda Lampung bekerja sama dengan salah satu lembaga penyiaran publik di Lampung menggelar talk show/dialog interaktif di Lamban Yoso Kabupaten Pesisir Barat.

Sebagai narasumber dalam talk show yang bertemakan ‘Santun Bermedsos’ tersebut yakni Komisioner KPU Lampung M. Tio Aliansyah, Kombes Pol Shobarmen dari Polda Lampung dan Pengamat Hukum Universitas Lampung Yusdiyanto.

Hadir Bupati Lampung Barat, Bupati Pesisir Barat, Wakil Bupati Pesisir Barat, Anggota DPR asal Lampung Hendri Yosodiningrat, Forum Komunikasi Umat Beragama, Unsur Muspida, Organisasi Kepemudaan dan kaum milenial.

Komisioner KPU Lampung M Tio Aliansyah, mengungkapkan, dalam persiapan pemilihan yang tinggal menghitung hari, KPU Lampung dan jajajarannya sampai ke tingkat desa telah mempersiapkan logistik dan perangkat pemilihan.

Dia juga menerangkan syarat pindah tempat pemilihan, dan menyerukan kepada masyarakat untuk berpartisipasi serta menyukseskan penyelenggaraan pemilu.

“Apalagi pemilu kali ini dilakukan secara bersama yaitu pemilu presiden dan wakil presiden (Pilpres) serta pemilu legislatif (Pileg) untuk memilih anggota DPD, DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota,” ujar Tio.

Sementara itu, Kombes Shobarmen mengatakan jika jelang pemilu kasus hoax (berita bohong) semakin meningkat.

“Berita hoax sangat berbahaya, karena bisa memecah belah bangsa, mengganggu kebhinekaan dan keutuhan NKRI,” jelasnya.

Untuk generasi millenial, Kombes Shobarmen menghimbau agar cerdas dan santun menggunakan media sosial (Medsos).

“Bila menerima atau menulis status di media sosial agar dicermati, tidak boleh asal percaya dan langsung share berita, teliti dulu apakah berita tersebut bisa dipercaya apa tidak, lalu apakah berita tersebut disampaikan oleh media terpercaya, serta apakah berita terbut merupakan berita yang memiliki unsur hoax,” terangnya.

Sebab, lanjut Kombes Shobarmen, menurut UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).


Akademisi Fakultas Hukum Unila, Yusdiyanto mengatakan pemilu merupakan pilar demokrasi, maka diperlukan untuk mengawal demokrasi.

“Suksesnya pemilu ditentukan oleh penyelenggaara pemilu (KPU dan Bawaslu), tingkat partisipasi masyarakat dan TNI dan Polri dalam mengamankan pemilu dari pra, saat dan pasca pemilu,” kata dia.

Dijelaskan, ada tiga tantangan antara pemilu 2014 dengan pemilu 2019.

“Pemilu kali ini nampak mengerasnya demokrasi melalui politik identitas, ujaran kebencian, dan kampanye hitam. Di era kampanye kali ini, black campaign dan negative campaign kian terasa dan cenderung meningkat. Untuk itu, khususnya generasi milineal, agar tidak mudah terhasut dan mari santun bermedia sosial,” ajaknya.

Anggota DPR asal Lampung, Hendri Yosodiningrat, yang hadir di acara tersebut, mengapresiasi langkah yang dilakukan Polda Lampung dan jajarannya, dalam hal mensosialisasikan penyelengaraan pemilu yang sudah kian dekat.

“Acara semacam ini baru satu-satunya yang ada di Indonesi dan mampu dilakukan di seluruh pelosok wilayah Lampung,” jelasnya.

Untuk itu, dia mengajak menjaga dan mensukseskan pemilu bersama dengan penuh kecerian dan kebahagian, tanpa ada rasa ingin merusak pesta demokrasi bangsa.

Di bagian akhir, Wakapolda Lampung Brigjen Pol Teddy Minahasa mengatakan ujaran kebencian atau hate speech yang dilakukan melalui media sosial sudah kian meningkat.

Dalam kesempatan tersebut, dia mengajak semua pihak temasuk generasi millenial untuk cerdas menggunakan media sosial, sampaikan berita yang baik dan jangan sampaikan berita yang mengandung konten kebohongan (hoax) apalagi memiliki unsur ujaran kebencian.

“Untuk itu, mari kita laksanakan dan sukseskan pemilu kali ini secara aman, sejuk dan bertangungjawab melalui santun bermedia sosial,” imbau Brigjen Pol Teddy. (*)

close