Terkini

Powered by Blogger.

Terungkap! Pemilik Badak Lampung FC Inisial MGP Ternyata…

24 March 2019

Logo resmi Badak Lampung FC (instagram badaklampung_fc)

LAMPUNGONLINE.CO.ID  – Teka-teki seputar sosok pemilik Badak Lampung FC yang berinisial MGP akhirnya terungkap.

Ternyata dia adalah Marco Gracia Paulo (MGP). Dialah aktor di balik akuisisi Perseru Serui menjadi Badak Lampung FC.

Klub asal Papua yang berlaga di Liga 1 Indonesia ini diambil alih oleh MGP setelah mengalami masalah finansial.

Menariknya, sosok Marco Gracia Paulo sebagai CEO Badak Lampung FC terungkap, saat penandatanganan kontrak dengan pemain asal Lampung Dalmiansyah Matutu.

Dalam foto yang diposting akun Instagram @badaklampung_fc, terlihat Matutu didampingi dua petinggi Badak Lampung FC.

Mereka adalah Marco Gracia Paulo dan Direktur Teknik Jaino Matos.


Saat dikonfirmasi, Matutu membenarkan bahwa orang yang mengenakan kaus biru di foto tersebut adalah Marco Gracia Paulo.

Sementara, Direktur Teknik Badak Lampung FC, Jaino Matos, berada di sebelah kanan.

“Siap,” ujar Matutu, saat ditanya soal sosok Marco Gracia Paulo di foto tersebut via WhatsApp, Minggu (24/3/2019).

Selain itu, terungkapnya sosok Marco Gracia Paulo sebagai orang nomor satu di Perseru Badak Lampung FC, juga terlihat dalam postingan di akun Instagram pribadinya, @marco_enzo.

Dalam foto bergambar logo Badak Lampung FC itu, Jumat (22/3/2019), Marco menulis kata new chapter dalam unggahannya.

Di bawahnya, Marco menandai akun @badaklampungfc.

Tak lupa, ia menyebut tagar #blfc, #badaklampung, #timbadak, dan #liga1.

Sampai berita ini diturunkan, media masih berusaha mendapatkan konfirmasi dari Marco Gracia Paulo maupun manajemen Badak Lampung FC, dilansir tribunlampung.

Mundur dari CEO PBR

Mungkin belum banyak publik sepak bola Lampung yang mendengar nama Marco Gracia Paulo.

Namanya telah lama malang melintang di kancah persepakbolaan nasional.

Marco Gracia Paulo saat ini tercatat sebagai Deputi Sekjen PSSI. Ia juga pernah menjadi CEO Pelita Bandung Raya (PBR).

Marco Gracia Paulo mundur sebagai petinggi klub tersebut pada Maret 2015 silam.

Kala itu, kabar mundurnya Marco Gracia Paulo dari PBR membuat kaget banyak pihak.

Marco menjadi CEO PBR sejak paruh musim ISL 2013. Ditukangi Darko Janackovic, PBR ketika itu tengah berjuang untuk bertahan di kasta tertinggi melalui jalur play-off.

Melalui akun Twitter-nya, Marco membeberkan alasan dirinya tak melanjutkan kerja sama dengan klub semifinalis Indonesia Super League 2014 itu.

Salah satunya adalah masalah finansial yang membelit klub milik Ari Sutedi itu. Ia mencurahkan isi hatinya melalui cuitan-cuitan di akun Twitter-nya.

Berikut beberapa di antaranya:

Staf manajemen sampai sudah tidak gajian enam bulan. Mulai bulan November mereka tidak punya tempat tinggal lagi dan kumpul di rumah saya agar tetap bisa melayani tim,” kata Marco di akun @firentzzo, 21 Maret 2015.

Istri saya berusaha sediakan makan untuk kami semua dan staf juga gantian patungan untuk beli makan bahkan sering cuma masak mie instan untuk rame-rame.

Jadi bukan hanya tim yang menderita. Manajemen sudah lebih dahulu menderita! Karena tim adalah SELALU PRIORITAS UTAMA! Ini filosofi yang saya tanamkan di PBR.

Enam bulan tidak menerima gaji, staf manajemen tidak ada satupun yang berani protes, karena mereka respect pada saya dan tahu kalau saya juga sudah lebih menderita.

Selanjutnya, Marco menyampaikan salam perpisahan yang menandai pengunduran dirinya dari kursi CEO PBR.

Saya berterima kasih pada para pemain, pelatih, ofisial, staf manajemen dan seluruh pendukung setia PBR. Kalian luar biasa!

Terima kasih untuk Bandung yang telah memberikan kesempatan untuk PBR lahir & berkembang. Kota yang akan mengisi tempat yang istimewa di hati saya..(*)

close