Terkini

Powered by Blogger.

Dilaporkan Cabuli Mahasiswi, Oknum Dosen UIN Raden Intan Lampung Dipenjara

24 March 2019

Oknum Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Raden Intan Lampung, berinisial SH (bertopi) | foto: ist

LAMPUNGONLINE.CO.ID – Polda Lampung akhirnya menjebloskan oknum Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Raden Intan Lampung, berinisial SH, ke penjara.

Dalam perkara ini, SH dijerat pasal 290 ayat 1 jo pasal 64 ayat 1 KUHPidana dan pasal 281 ke-2 jo pasal 64 ayat 1 KUHPidana dan terancam pidana tujuh tahun penjara.

Sebelumnya, Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung menjadikan SH sebagai tersangka kasus dugaan tindak asusila terhadap mahasiswinya berinisial E.

Menurut Direktur Reskrimum Polda Lampung, Kombes Pol Bobby Marpaung, penetapan SH sebagai tersangka sudah berlaku sejak Kamis, 21 Maret 2019.

“Statusnya dinaikkan menjadi tersangka dalam gelar (perkara),” kata dia, Minggu (24/2/2019).

Bobby mengakui jika saat ini SH sudah ditahan.

“Sudah,” ujar dia singkat, dilansir tribunnews.

Sementara Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung, AKBP Ketut Seregig, menerangkan jika SH ditahan setelah menjalani pemeriksaan lanjutan, Jumat (22/3/2019).

“Kemarin (Jumat) dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka sampai pukul 20.00 WIB dan sudah ditahan di Tahti Mapolda Lampung,” kata dia.

SH akan ditahan hingga 20 hari ke depan, sambil penyidik melengkapi berkas perkara yang akan dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung.

“(Berkas perkara) segera dilengkapi,” ujar Ketut.

Terkait kemungkinan adanya permohonan penangguhan penahanan, Ketut mengaku belum menerimanya.

“Kalau pengajuan penangguhan kayaknya ada. Tapi saat ini belum ada permintaan,” tuturnya.

Ketut juga belum bisa memastikan apakah penangguhan penahanan tersangka bakal dikabulkan atau tidak.

“Kalau soal diterima atau tidak, itu kebijakan pimpinan,” jelas Ketut.

Gelar Perkara

Diketahui, Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung telah menggelar perkara kasus asusila yang dilakukan SH, oknum dosen Fakultas Ushuluddin UIN Raden Intan Lampung.

SH diduga melakukan tindakan asusila terhadap mahasiswinya, E.

AKBP Ketut Seregig mengatakan, dari hasil gelar perkara, kasus dugaan asusila ini telah naik ke tahap penyidikan.

“Sudah naik tahap sidik,” ungkapnya saat ditemui di Mapolda Lampung, Selasa, 26 Februari 2019.

Sampai saat ini, Polda Lampung sudah memeriksa sebanyak 11 orang saksi, termasuk saksi ahli.

SH diperiksa atas dugaan tindak asusila yang dilaporkan oleh mahasiswinya, E.

Laporan tertuang dalam dalam surat nomor LP/B-1973/XII/2018/LPG/SPKT, Polda Lampung.

Pelecehan Seksual

Diketahui, dunia pendidikan tinggi di Lampung kembali digoyang kasus dugaan pelecehan seksual.

Setelah di Universitas Lampung, kali ini kasus serupa diduga terjadi di UIN Raden Intan.

Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Jumat (21/12/2018), sekitar pukul 13.30 WIB.

Kejadian berawal saat mahasiswi berinisial E hendak mengumpulkan tugas mata kuliah. Ia mendatangi ruangan dosen berinisial SH.

“Awalnya saya mengumpulkan tugas ke ruangan, sebagaimana mahasiswa lain,” kata E saat diwawancarai di kantin kampus UIN, Jumat (28/12/2018) siang.

Namun, saat mengumpulkan tugas itu, E mengaku mengalami pelecehan seksual. Mulai dari dagunya dipegang, pipinya disentuh, dan lainnya.

Ia lalu melapor ke Polda Lampung dengan pendampingan Damar pada 28 Desember 2018.

Laporannya tertuang dalam surat bernomor LP/B-1973/XII/2018/LPG/SPKT. (*)

close