Terkini

Powered by Blogger.

Remaja Bunuh Siswi SD di Bandar Lampung, Ini Sebabnya

19 February 2017

Tersangka MK (kiri) dan barang bukti. (ist)

BANDAR LAMPUNG -
Diduga menjadi korban pembunuhan, karena ditemukan luka tusukan pada tubuhnya, jasad seorang siswi SD ditemukan di pinggir sungai, Jalan Persada II Gg. Al. Fatah Kelurahan Kemiling Raya, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung, Jumat (17/2/2017) pukul 22.00 WIB.

"Mayat tersebut bernama Anisa Putri, usia 10 tahun," ujar Kapolsek Tanjungkarang Barat (TKB) Kompol Harto Agung, Sabtu (18/2/2017).

Dia mengatakan, korban diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh rekannya MK (14), yang ditangkap dua jam usai melakukan pembunuhan terhadap korban, setelah polisi melakukan penyelidikan.

"Motif pelaku untuk sementara karena dendam," jelas Harto.

Namun, motif lainnya diduga MK yang merupakan rekan sekolahnya, ingin memiliki kalung yang dikenakan oleh korban. Karena korban melawan, MK menusuk Anisa dengan pisau yang sudah dibawanya. 

"Akibatnya korban mengalami empat luka tusukan di tubuhnya, tiga tusukan di bagian tangan dan satu tusukan lagi di dada kiri," ujar kapolsek.

Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi warga, bahwa ditemukan sesosok mayat perempuan penuh luka di tubuhnya di sebuah semak-semak pinggir sungai, di Jalan Persada, Gg Alfatah, Kelurahan Kemiling Raya, Kecamatan Kemiling, Jumat (17/2) sekitar pukul 22.00 WIB.

"Dari informasi tersebut, petugas langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara serta meminta keterangan saksi," terang Harto.

Dari hasil identifikasi tim Inafis Polresta Bandar Lampung dan Polsekta Tanjungkarang Barat, mayat tersebut diketahui bernama Anisa Putri Amelia (10) siswi kelas 5 sekolah dasar (SD), warga Dusun Margorejo, Kurungan Nyawa, Kabupaten Pesawaran.

"Jasad Anisa, pertama kali ditemukan oleh warga Pesawaran, dengan kondisi mayat dalam keadaan telungkup. Bagian wajahnya, mengalami luka dan kedua tangannya terdapat bekas luka sayatan senjata tajam," kata kapolsek, seperti dilansir Merdeka.

Selanjutnya, petugas membawa jasad korban ke Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM) untuk dilakukan visum. Anisa tewas diduga sebagai korban pembunuhan berdasarkan dari keterangan beberapa saksi.

"Anisa terakhir terlihat pergi dari rumahnya bersama seorang laki-laki. Hasil penyelidikan, petugas mendapati bahwa yang menjemput Anisa di rumahnya dan mengajaknya belajar kelompok adalah MK. Saat itu juga langsung dilakukan penangkapan," urai Harto.

Dari hasil penyelidikan diketahui, saat itu ada tiga orang teman main korban, yakni Tiwi, Meli dan Angel. Korban bersama MK pergi, sedangkan ketiga teman korban pulang ke rumahnya masing-masing.

Namun hingga larut malam Anisa tidak pulang ke rumahnya. Karena belum diketahui kepergiannya Anisa, lalu warga mengumumkan hilangnya Anisa di masjid.

Warga pun berinisiatif mencari keberadaan Anisa dengan menyisiri pinggiran sungai dan akhirnya menemukannya dalam keadaan sudah tidak bernyawa di pinggiran sungai. (*)